• HOME PAGE
  • TIPS HIDUP SEHAT
  • BISNIS ONLINE
  • SMS GRATIS
  • SELAMAT DATANG DI BLOG SEDERHANA INI !!

    Senin, 13 September 2010

    GARAM VS PENYAKIT DEGENERATIF


    Garam adalah suatu senyawa kristal putih yang tersusun oleh unsur Natrium dan Chlorida. Garam merupakan salah satu penyedap masakan yang banyak digunakan. Masakan yang kelihatan menggugah selera tapi tanpa rasa asin akan terasa hambar. Garam telah menjadi suatu kebutuhan pokok dalam menyusun suatu menu masakan. Oleh sebab itu garam banyak kita jumpai di warung-warung, toko-toko bahkan rumah makan. Bentuk serta kemasannya bermacam-macam. Ada di sachet, curah, bricket bahkan dibotol-botol (garam meja).Garam (natrium chlorida) sejak jaman dahulu kala telah dipergunakan oleh nenek moyang kita untuk penyedap bahkan obat-obatan.Maka tidaklah heran jika ada yang berkata hidup ini tidak lengkap tanpa garam.
    Beberapa tahun belakangan ini, garam dituduh sebagai salah satu penyebab tekanan darah tinggi (hipertensi) yang pada akhirnya menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Dan Indonesia sebagai negara berkembang, kasus tekanan darah tinggi banyak menyerang golongan menengah keatas. Kasus darah tinggi paling banyak ditemui di daerah perkotaan. Para ahli telah membuktikan bahwa ada keterkaitan antara konsumsi garam dan tekanan darah tinggi. Respon terhadap garam, berbeda tiap individu. Apabila seseorang diberi makan dengan kadar garam rendah, maka tekanan darahnya akan turun. Demikian pula sebaliknya. Saran dari WHO sebiknya mengkonsumsi garam, tidak lebig dari 5 gram perhari setiap orang. Menurut WHO, masyarakat yang mengkonsumsi 3 gram garam perhari, jarang terkena serangan darah tinggi. Referensi lain kunjungi situs mediacastore.
    Untuk negara barat yang sudah maju, tingginya kadar garam yang dikonsumsi sebagian besar disumbang oleh makanan olahan seperti snack, cracker dan makanan awetan lainnya. Sedangkan makanan rumahan dan restoran aman dari kadar garam yang berlebihan.
    Masyarakat kita sekarang telah lebih selektif memilih makanan terutama makanan olahan yang tinggi akan kadar garam. Hal ini didorong oleh ketakutan akan terserang penyakit degeneratif. Dan biasanya orang yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggiakan membagikan informasi tentang diet yang dijalaninya kepada sahabat, keluarga dan kenalan lainnya.
    Oleh sebab itu haruslah kita usahakan (terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi) untuk memilih makanan yang rendah kadar garamnya. Tempe merupkan sutu solusi yang baik karena tempe mengandung garam alami hasil fermentasi.   Hindarilah yang namanya ikan asin, telor asin, penyedap rasa (monosodium glutamate), kecap asinyang mengandung garam konsentrasi tinggi. Konsumsilah makanan yang mengandung kalium tinggi sperti air kelapa, jus buah, dan sebagainya, karena kalium bersifat antagonis terhadap pengaruh jelek garam terhadp tekanan darah kita.
    SEMOGA SELALU SEHAT...!


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar