AYO... SARAPAN SEHAT !!

loading...
Istilah “sarapan sehat” perlu dikembangkan dan disosialisasikan sebagai upaya memelihara kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan prestasi belajar siswa karena sering dan banyak sarapan yang “tidak sehat” atau bahkan tidak sarapan sama sekali.

MENGAPA PENTING?
Sarapan atau makan pagi sangat dibutuhkan oleh manusia setelah sekitar 8 jam lambung tidak memperoleh asupan makanan. Sarapan diperlukan untuk mencukupi kebutuhan energi untuk melakukan aktivitas di pagi sampai siang hari, seperti aktivitas belajar bagi anak sekolah dan bekerja bagi para pekerja. Selain sumber energi (karbohidrat, perotein, lemak), tubuh juga memerlukan mineral dan vitamin (sayur, buah, ikan, tempe, tahu) pada waktu yang sama agar proses biokimia di dalam tubuh dapat berjalan optimal untuk menjaga dan memelihara kesehatan. Oleh karena itu sarapan harus mengandung zat-zat gizi secara lengkap dan cukup dalam bentuk “SARAPAN SEHAT”


MANFAAT SARAPAN SEHAT
1). Menyediakan glukosa untuk menjaga agar kadar glukosa darah tetap normal dan siap digunakan. Glukosa merupakan “bahan bakar” atau energi untuk melakukan aktivitas. Glukosa juga merupakan energi utama bagi otak manusia.
Kekurangan glukosa akan menyebabkan:

  • kekurangan tenaga (lemah) sehingga produktivitas rendah
  • gangguan konsentrasi belajar dan bekerja karena otak kekurangan energi.

2). Menyediakan asupan mineral dan vitamin. Tanpa mineral dan vitamin yang cukup maka sumber energi yang dapat digunakan menjadi kurang
3). Memperbaiki memori atau daya ingat. Kekurangan glukosa jika tidak segera dicukupi dengan makan dapat beresiko menurunnya daya ingat.
4). Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres. Anak-anak yang sarapan akan lebih segar, kreatif, produktif, ceria, dan lebih mampu mengendalikan emosi dibandingkan dengan anak yang lapar karena tidak sarapan.
5). Membantu mengendalikan kadar kolesterol darah. Kekurangan glukosa berpotensi meningkatkan kolesterol darah, mirip sekali yang terjadi pada pengidap Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol.


Athr :
Drs. Djoko Sutopo,MS

Komentar