BENARKAH SANTAN MENGANDUNG KOLESTEROL ?

loading...
Dimana-mana banyak kita jumpai makanan/minuman  yang menggunakan santan kelapa. Disamping enak, santan kelapa juga merupakan sumber lemak, protein dan mineral bagi tubuh kita. Banyak orang yang beranggapan bahwa santan kelapa mengandung kolesterol. Demikian pula minyak kelapa yang terbuat dari santan kelapa juga dianggap mengandung kolesterol. Anggapan itu sangat keliru karena tidak ada tumbuh-tumbuhan yang mengandung kolesterol. Jadi anggapan bahwa santan kelapa mengandung kolesterol adalah MITOS.
Banyaknya masyarakat yang menganggap bahwa santan kelapa dan minyak kelapa mengandung kolesterol menyebabkan pengusaha/pedagang minyak kelapa memasangi label produknya (minyak kelapa) dengan kata “NON KOLESTEROL”.
Perlu diketahui bahwa kolesterol makanan hanya terdapat di dalam makanan yang bersumber dari hewan.
Selain santan kelapa dan minyak kelapa, makanan lain yang dianggap mengandung kolesterol adalah durian, alpukat, kacang tanah. Nah anggapan ini juga merupakan MITOS.
Jadi sekali lagi, PADA DASARNYA SEMUA MAKANAN YANG BERASAL DARI TETUMBUHAN TIDAK MENGANDUNG KOLESTEROL.
Dalam 100 gram santan terdapat 230 kalori; 2,29 gram protein; 5,54 gram karbohidrat; 15 miligram sodium; 263 miligram kalium; 21,14 gram lemak jenuh; 0,261 gram lemak tak jenuh ganda; 1,014 gram lemak tak jenuh tunggal; dan 0 miligram kolesterol.
Namun, meskipun santan kelapa dan minyak kelapa tidak mengandung kolesterol tidak berarti boleh dikonsumsi seenaknya dan tanpa batas. Untuk mencerna minyak yang terdapat di dalam santan, juga minyak kelapa dan minyak/lemak yang lain, tubuh kita akan memproduksi kolesterol untuk membuat getah empedu. Dengan demikian, makin banyak konsumsi santan/minyak/lemak (meskipun non-kolesterol) dapat menyebabkan kadar kolesterol darah makin tinggi pula. Kolesterol darah yang kadarnya lebih tinggi dari normal dapat mengendap di dinding pembuluh darah, menyempitkan pembuluh darah, memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Konsumsi santan yang berlebihan dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko obesitas (kegemukan).
Namun, santan tidak semuanya jelek. Santan yang baik adalah santan yang mentah karena konfigurasi asam lemaknya masih alami. Makanan/minuman yang menggunakan santan mentah atau kelapa parut termasuk makanan/minuman yang sehat. Demi kesehatan, makanan-makanan yang menggunakan santan masak (terutama yang kental) perlu dimodifikasi menggunakan santan mentah.


Author
Drs. Djoko Sutopo, MS

Komentar