MAKANAN RINGAN YANG TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN ANAK

loading...

Saat ini jenis makanan ringan seakan-akan mencandu masyarakat dari anak-anak maupun orang dewasa. Walaupun banyak informasi bahwa mengkonsumsi makanan ringan berlebih berbahaya untuk kesehatan, namun sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Demi kebaikan anak-anak kita selaku orang tua memang harus hati-hati bahkan super waspada menghadapi ribuan menu snack yang membuat anak-anak kita terlena. 
Makanan ringan (jajanan/snack) yang tidak baik bagi anak-anak adalah yang berlemak tinggi dan bergula tinggi. Makanan ringan (jajanan/snack) seperti itu mempunyai kontribusi terhadap: perlemakan hati dan obesitas abdominal (obesitas sentral) pada anak-anak. 
Obesitas pada anak dapat berdampak meningkatnya resiko berbagai gangguan kesehatan, seperti:
• kencing manis (diabetes melitus tipe II), 
• hipertensi,
• penyakit jantung,
• gangguan pernafasan,
• gangguan kejiwaan,
Perlemakan hati juga mempunyai resiko gangguan kesehatan yang dapat lebih buruk lagi, seperti sirosis hati dan kanker hati.
Makanan yang manis atau berminyak/berlemak (gorengan) memang "kaya kalori" tetapi "miskin zat gizi", Makanan selingan atau jajanan yang manis atau berlemak juga akan mengurangi nafsu makan sehingga konsumsi makanan bergizi menjadi kurang. Kekurangan gizi dalam waktu lama akan menyebabkan hambatan bagi tumbuh-kembang anak.
Banyak makanan ringan (snack) yang menggunakan Bahan Tambahan Makanan, seperti pemanis, pengawet, pewarna, penambah rasa/penyedap.
Resiko yang dapat ditimbulkan/dipicu oleh Bahan Tambahan Makanan yang terdapat di dalam makanan ringan jika dikonsumsi secara berlebihan antara lain .:

a). Mono Sodium Glutamat (MSG)
Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal sebagai vetsin (penyedap makanan). Bila dikonsumsi secara berlebihan dapat berresiko memicu:
• Asma
• Sakit kepala
• Penurunan daya menalar (kognitif)
• Sulit tidur
• Ketagihan
• Abnormalitas pertumbuhan sel (kanker)
b). Aspartam (pemanis non-kalori)
Aspartam dapat ditemukan di hampir semua makanan ringan yang rasanya manis. Aspartam telah digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia sebagai Bahan Tambahan Makanan pengganti gula karena rasanya yang ratusan kali lebih manis daripada gula dan harganya yang sangat murah. Penggunaan aspartam yang terlalu banyak dalam waktu lama beresiko memicu abnormalitas sel-sel tertentu (sel menjadi ganas), seperti limfoma (kanker kelenjar getah bening), leukemia (kanker darah), dan berbagai keganasan yang lain
c). Pewarna makanan
Pewarna makanan sering digunakan untuk mewarnai makanan ringan karena baik anak-anak maupun orang dewasa banyak yang lebih tertarik pada warna makanan dibandingkan dengan zat gizi atau bahkan kebersihannya. Penggunaan pewarna makanan yang tidak legal, misalnya pewarna tekstil, yang memang murah harganya beresiko menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan, seperti:
• Gangguan fungsi hati
• Keganasan (kanker)
• Reaksi alergi
d). Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat
Natrium benzoat dan Kalium benzoat digunakan sebagai Bahan Tambahan Makanan pengawet. Penggunaan kedua pengawet yang tidak sesuai aturan (melewati ambang batas maksimum yang diperbolehkan) berresiko menyebabkan:
• Gangguan kelenjar tiroid
• Keganasan sel
Memang ada kalanya tidak mudah untuk menjalani gaya hidup yang sehat, termasuk dengan pola makan yang sehat dan bergizi karena hal ini membutuhkan konsistensi dan kemungkinan harus menambah anggaran pengeluaran meskipun tidak mutlak.
Namun yang jelas dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi maka akan memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan tubuh anak-anak.

semoga tetap sehat...


Komentar

Posting Komentar