ASAM URAT, PURIN DAN PENYAKIT GOUT

loading...
Purin merupakan zat atau senyawa yang ada di setiap sel (hewan, tumbuhan, mikroorganisme). Makin padat sel suatu bahan makanan akan makin tinggi kadar purinnya. Makin rendah kadar air suatu bahan makanan makin tinggi kadar purinnya per satuan berat.

Purin (baik dari makanan maupun dari sel tubuh), oleh hati akan dipecah menjadi ASAM URAT kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal dan urin (air kencing). Jadi asam urat merupakan limbah. Dalam serum darah, asam urat terdapat dalam bentuk NATRIUM URAT. Kandungan normal natrium urat di dalam serum kurang dari 7 mg/dl. Kelebihan natrium urat akan dikeluarkan (diekskresi) bersama urin melalui ginjal sebagai “asam urat” urin. Gangguan ginjal dapat menyebabkan pengeluaran (ekskresi) natrium urat oleh ginjal menurun sehingga kadar natrium urat di dalam darah meningkat.



HIPERURISEMIA adalah keadaan terjadinya peningkatan kadar “natrium urat” darah di atas normal. Jika “hiperurisemia” terjadi secara terus menerus maka natrium-urat dapat mengendap sebagai kristal natrium-urat di persendian dan menimbulkan rasa sakit, disebut PENYAKIT GOUT yang oleh masyarakat umum dikenal sebagai “penyakit asam urat”. Endapan kristal asam urat di ginjal dapat menyebabkan BATU ASAM URAT.

Beberapa penyebab “hiperurisemia” antara lain :
1. Gangguan metabolisme purin bawaan.
2. Genetika (ada riwayat keluarga)
3. Konsumsi makanan sumber purin yang berlebihan.
4. Kurang minum air.
5. Kurang berolah raga atau olah raga terlalu berat.
6. Kegemukan/obesitas
7. Obat-obatan tertentu (golongan pirazinamid, salisilat)
8. GANGGUAN FUNGSI GINJAL.

Pencegahan asam urat:
1. Konsumsi cairan yang cukup (2 – 3 L per hari), terutama dari minuman, dapat membantu pengeluaran asam urat sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
2. Sayuran dan buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, jambu air, maupun buah lainnya sangat baik dikonsumsi. Pada umumnya, buah yang banyak airnya sangat sedikit mengandung purin.
3. Jika terjadi “hiperurisemia” konsumsi sumber purin tinggi harus dibatasi.

Perhatian:
1). Jika kadar asam urat dalam serum darah yang tinggi seyogyanya dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal untuk mengetahui kesehatan ginjal.
2). Tidak semua sakit di persendian disebabkan oleh “asam urat”, bisa juga oleh penyebab lain seperti rematik, osteo artritis, perdarahan dalam ruang sendi, kanker, dsb.)
3). Jangan meminum obat-obatan penurun asam urat (alopurinol, urikosurik) tanpa petunjuk/resep dokter karena obat-obatan yang tidak tepat akan bersifat racun dan memperparah masalah.

Pengelompokan bahan makanan berdasarkan kandungan purinnya:
Kelompok I : KANDUNGAN PURIN TINGGI (100-1000 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dihindari: Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/ kaldu, bouillon, bebek, ikan sardin, makarel, remis, kerang.
Kelompok II : KANDUNGAN PURIN SEDANG (9-100 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dibatasi:
• maksimal 50-75 gr (1-1 ½ potong) daging sapi, daging ayam, Udang, Kacang kering, Kacang hasil olah, seperti tahu dan tempe
• 1 mangkok (100 gr) sayuran Asparagus, Bayam, Daun singkong, Kangkung, Daun dan Biji melinjo sehari.
Kelompok III : KANDUNGAN PURIN RENDAH dapat dimakan setiap hari: Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mi, bihun, tepung beras, cake, keju kering, puding, susu, keju, telur; minyak; gula; sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran dalam kelompok II)

Authr :
Drs. Djoko Sutopo, MS


Komentar