SUSU KENTAL MANIS, BOLEHKAN UNTUK BAYI DAN ANAK-ANAK ?

loading...
Salah satu produk susu yang populer dipasaran adalah susu kental, atau lebih umum disebut susu kental manis. Susu kental manis adalah produk susu sapi yang berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan cara sebagian airnya dihilangkan kemudian ditambahkan gula yang berfungsi sebagai pengawet alami, sehingga menghasilkan susu yang sangat manis rasanya dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka.
Susu kental manis memiliki dua karakteristik dasar, yaitu kadar lemak susu tidak kurang dari 8%, kadar protein tidak kurang dari 6,5% dan kandungan gula 45%-48%
Susu kental manis ini sangat tidak cocok untuk bayi dan anak-anak karena susu jenis ini mempunyai kandungan gula yang sangat tinggi dan miskin zat gizi. Seringnya pemberian susu kental manis mempunyai risiko:

1. Gangguan kesehatan gigi dan mulut. Gula yang menempel di gigi akan menjadi asam. Proses ini masih ditambah dengan proses penguraian oleh bakteri dalam mulut. Asam dapat mengikis lapisan enamel gigi dan menyebabkan lubang gigi.
2. Kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu kental manis sangat rendah. Bayi dan anak-anak yang kekurangan kalsium serta vitamin D mempunyai risiko pertumbuhan tulangnya terhambat.
3. Kandungan gula yang sangat tinggi dapat menyebabkan iritasi dinding lambung yang akan memicu penyakit tukak lambung (maag).
4. Kadar gula yang sangat tinggi dapat mendukung terjadinya kegemukan (obesitas).
5. Kadar gula yang sangat tinggi dapat menghilangkan nafsu makan anak sehingga berisiko menyebabkan anak “kurang gizi” atau bahkan “gizi buruk”.
Susu kental manis memang aman dikonsumsi dalam arti tidak mengandung Bahan Tambahan Makanan yang berbahaya sepanjang tidak rusak dan belum kadaluwarsa. Namun susu kental manis dari segi asupan gizi bukanlah minuman sumber zat gizi utama yang baik bagi bayi dan anak-anak.
Jadi susu kental manis seharusnya hanya digunakan untuk makanan penutup bagi anak usia lima tahun ke atas dan juga orang dewasa. Dan bukan konsumsi utama bayi atau balita.


Komentar