SUSU SAPI BUKANLAH MAKANAN/MINUMAN SEMPURNA

loading...
Telah puluhan tahun Indonesia mempunyai slogan “4 Sehat 5 Sempurna”. Slogan ini dalam beberapa hal cukup baik (terutama bagi negara penghasil susu sapi), namun berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru.
Anggapan bahwa hidangan tidak akan sempurna tanpa susu, jadi harus ada susu sapi
Anggapan bahwa susu sapi merupakan makanan/ minuman yang sempurna, jadi makanan lain bisa ada bisa tidak (terutama bagi bayi dan balita).
Anggapan bahwa susu sapi dapat menggantikan Air Susu Ibu (ASI) karena dianggap sama-sama sempurna. 
Susu formula (sufor) yang terbuat dari susu sapi atau hewan ternak sebenarnya hanyalah salah satu makanan (minuman) sumber zat gizi protein. Makanan sumber protein yang lain adalah ikan, daging, telur, tempe, tahu, ayam, bebek. Selain protein, manusia juga memerlukan zat gizi yang lain seperti karbohidrat, lemak, mineral, vitamin. Semua zat gizi sama pentingnya dan diperlukan manusia setiap hari. Manusia akan mendapatkan semua zat gizi tersebut jika mengonsumsi makanan lengkap sesuai pola 4 sehat (makanan pokok + lauk + sayur + buah). Banyak masyarakat yang bahkan tidak pernah mengonsumsi susu sapi tetapi dapat hidup sehat, panjang umur, dan berprestasi.
Pemberian susu yang terlalu banyak yang biasanya telah ditambahkan gula dapat menurunkan nafsu makan sehingga anak tidak mendapatkan gizi yang seimbang, kebanyakan protein tetapi kekurangan zat gizi yang lain sehingga dapat merugikan pertumbuhan anak. Penambahan gula pada susu sapi atau sufor bahkan dapat menimbulkan masalah gizi lebih (kegemukan/obesitas).
Protein ikan hampir sama mutunya dengan susu sapi, sama-sama mengandung 8 asam amino esensial (lisin, leusin, isoleusin, fenilalanin, triptofan, valin, treonin, metionin) yang diperlukan untuk pertumbuhan anak. Bahkan kelebihan ikan dibandingkan dengan susu sapi adalah lebih murah dan lebih mudah diperoleh.

Susu yang sempurna bagi manusia hanyalah Air Susu Ibu (ASI).



Authr
Drs. Djoko Sutopo, MS

Komentar