Apa itu KURANG DARAH (anemia) dan TEKANAN DARAH RENDAH (hipotensi) ?

loading...

KURANG DARAH (Anemia)
1). Pengertian 

Kurang darah (anemia) adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Parameter yang digunakan untuk mengukur sel darah merah adalah konsentrasi hemoglobin (Hb) per desiliter (dL) darah. Konsentrasi Hb normal pada laki-laki adalah 13,5 mg/dL darah dan pada perempuan 11,5 mg/dL darah.
2). Penyebab 
Penyebab anemia dapat dikelompokkan ke dalam 3 kelompok, yaitu:
* perdarahan aktif, misalnya terjadi pada kecelakaan, persalinan, operasi/tindakan bedah,
* infeksi atau keganasan (kanker)
* gangguan pada produksi darah, misalnya anemia gizi besi (kekurangan zat besi), anemia pernisiosa (kekurangan asam folat dan vitamin B12)
TEKANAN DARAH RENDAH (hipotensi)

1). Pengertian
Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah kepada pembuluh arteri ketika
darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah normal sekitar 120 /80 mmHg. Hipotensi (tekanan darah rendah) adalah suatu keadaan pada waktu tekanan darah lebih rendah dari normal (90/60 mmHg). 
2). Penyebab
* kekurangan cairan (dehidrasi)
* obat-obatan yang mempunyai efek melebarkan pembuluh darah
* peradangan/infeksi di jantung
* adanya bekuan darah (emboli) di pembuluh darah vena.
Melihat pengertian dan penyebabnya dapat disimpulkan bahwa KURANG DARAH tidak sama dengan TEKANAN DARAH RENDAH meskipun tanda-tanda atau gejalanya ada yang sama.
SARAN:
1). Jika terdapat gangguan abnormalitas, seperti pandangan berkunang-kunang, lesu, mudah lelah, lemah, pusing-pusing, sakit kepala, pucat, perdarahan, seyogyanya segera konsultasi ke dokter untuk mencari dan mengevaluasi serta mengatasi penyebabnya.
2). Makan makanan bergizi seimbang terutama sumber zat gizi pembentuk dan pematang sel darah merah (zat besi, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, vitamin C). Zat-zat gizi tersebut terdapat di daging merah, hati, telur, tempe, sayuran hijau dan buah.
3). Konsumsi cukup cairan (air minum, kuah) sekitar 2 – 3 L per hari.
4). Jangan meminum obat-obatan tanpa pengawasan/petunjuk dari dokter. 
5). Cukup tidur, sekitar 7 – 8 jam sehari.

Athr :
Drs.Djoko Sutopo, MS

Komentar